081519129807 info@publicspeaking.id

Rekan kerja yang menyebalkan

Nah berikut ini adalah tips menghadapi rekan kerja yang menyebalkan!

Pernah mengalami hal ini? Padahal lagi pengen persiapan presentasi tapi rekan kerja tidak berhenti mengajak ngobrol. Alias menyebalkan!

Eits tunggu dulu! Kadang rekan kerja adalah orang yang paling berperan dalam mengubah kehidupan Anda 180 derajat dengan karakternya yang tidak segan membantu Anda dalam menyelesaikan pekerjaan, bisa jadi partner kerja yang mudah untuk diajak kerja sama, dan membantu Anda untuk mendapatkan apresiasi dari atasan atas prestasi Anda.

Tapi kadang, rekan kerja bisa jadi orang yang menyebalkan ketika Anda sedang disibukkan dengan pekerjaan tapi teman di bilik sebelah mengajak Anda untuk terus ngobrol bahkan tentang hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan dan tugas di kantor.

Bagaimana menyikapinya? Jangan melulu dihindari apalagi menggosip tentangnya di belakang bersama dengan  orang lain.

Berikut adalah cara bijak mengatasi rekan kerja yang menyebalkan

1. Berikan sedikit waktu untuknya
Beruntunglah jika Anda dipilih untuk diajak ngobrol karena berarti orang tersebut ingin memiliki koneksi dengan Anda. Jika Anda terus-terusan menghindar dan menolak untuk fokus dengan perhatian dari rekan kerja bisa jadi memengaruhi dinamika hubungan kerjasama tim di kantor. Luangkan sedikit waktu Anda untuk mendengarkan apa ceritanya, berikan respon yang sesuai dan tunjukkan kepedulian Anda. Dengan cara seperti ini orang akan lebih maklum jika suatu saat Anda menolak untuk diajak ngobrol karena sedang mengerjakan tugas yang penting.

2. Ajak untuk mengobrol di tempat lain
Tentu rasanya kurang profesional membicarakan soal gosip baik selebriti maupun gosip kantor di tempat kerja, di jam kerja, ketika yang lain pun sedang bekerja. Jika Anda menjadi sasaran untuk pembicaraan topik ini, dengan cara yang familiar ajak rekan kerja Anda untuk membicarakannya ketika jam kantor sudah usai atau ajak ia untuk ngobrol dengan Anda di kafe setelah pulang kerja. Dengan demikian Anda bisa mengobrol panjang lebar bahkan untuk topik yang lebih sensitif tanpa harus melanggar etika kantor.

3. Berikan batas
Memberikan waktu beberapa menit untuk bersosialisasi dengan rekan kerja di luar konteks profesional memang bisa membuat kehidupan kantor Anda berubah 180 derajat lebih menyenangkan dan nyaman. Tapi sebaiknya berikan batas kepada rekan kerja Anda yang suka ngobrol misalnya dengan mengatakan “Maaf, saya tidak mengikuti acara televisi tersebut”, “Aduh, saya tidak punya banyak waktu untuk menonton tv jadi saya tidak update dengan gosip paling baru”, dan sebagainya. Cara ini setidaknya bisa membuat rekan kerja Anda beralih ke orang lain ketika ingin ngobrol dengan topik-topik Anda “tolak”. Tapi jika tidak mempan dan sudah sampai mengganggu produktivitas Anda, tidak ada salahnya berbicara dengan HR atau manajer/supervisor karena dianggap mengganggu profesionalisme.

4. Jadilah pendengar yang baik

Frank Tyger mengatakan

“Jadilah pendengar yang baik, telinga Anda tidak akan membuat Anda berada dalam masalah”

Maksudnya adalah banyak mendengarkan lebih baik dibandingkan dengan banyak berbicara, karena ketika mulut sudah terbuka seringkali kata-kata yang keluar membuat orang mudah untuk salah paham, dan Anda akan membutuhkan lebih banyak kata lagi untuk menjelaskan diri sendiri. Ketika Anda menyempatkan diri untuk mendengarkan obrolan dari rekan kerja, dengarkanlah ia dengan baik karena seringkali yang orang butuhkan adalah seseorang yang memperhatikan dan mendengarkan mereka bukan memberikan saran atau nasehat.

Semoga bermanfaat! Inget harus sabar-sabar yah. Salam sukses selalu untuk Anda!

Kalau Anda membutuhkan pelatihan untuk persiapan presentasi atau menjadi Public Speaker, silahkan klik jadwal training